METRO ONLINE Tolitoli, 24 Maret 2025 – Kegiatan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Peternakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli mengalami dampak akibat banjir yang melanda kawasan tersebut. Berlokasi di lahan milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) seluas 560 m², program ini melibatkan warga binaan pemasyarakatan yang telah lolos sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).
Akibat banjir, beberapa ekor unggas, seperti bebek dan ayam, dilaporkan mati akibat genangan air. Meski demikian, pihak Lapas Tolitoli terus berupaya memulihkan kondisi dan memastikan keberlanjutan program pembinaan berbasis peternakan ini.
Kepala Lapas Tolitoli, Muhammad Ishak, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan berbagai langkah strategis guna meminimalisir dampak kejadian serupa di masa mendatang. “Kami akan meningkatkan sistem drainase di lokasi peternakan serta memperkuat kandang agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Ini bagian dari upaya kami untuk terus menjalankan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” ujar Muhammad Ishak.
Program SAE Peternakan ini juga sejalan dengan Sapta Arahan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, yang menekankan pentingnya membangun sinergitas dengan berbagai pihak guna meningkatkan kinerja organisasi. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta sejalan dengan Sapta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dengan berbagai upaya pemulihan yang dilakukan, diharapkan SAE Peternakan Lapas Tolitoli dapat kembali berjalan optimal sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan, serta memberikan manfaat ekonomi dan keterampilan bagi mereka setelah kembali ke masyarakat.
Editor : Muh Sain