-->
BADAN HUKUM " PT METRO MEDIA INDONESIA >>> AKT NO.13 TGL. 21-08-2018 SK. KEMENKUMHAM RI NO.AHU-0040828.AH.01.01. TGL. 29-08-2018 >>> Alamat Kantor Redaksi Jalan Yusuf Kallah No 31 Makassar


Jumat, Maret 28, 2025

323 Orang Warga Binaan Lapas IIA Parepare Terima Remisi Khusus Nyepi Dan Idul Fitri Tahun 2025 Dari Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI

METRO ONLINE PARE-PARE -- Sebanyak 323 Orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Parepare menerima Remisi Khusus dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Jumat (28/03/2025).

Pemberian remisi ini berlangsung pada Jumat, 28 Maret 2025, bertempat diruang Kepala Lapas IIA Parepare dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting, terpusat di Lapas Kelas IIA Cibinong Propinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 Orang perwakilan WBP terdiri dari 6 orang WBP yang beragama Hindu dan 16 Orang WBP yang beragama Islam hadir secara langsung dalam acara tersebut. Pemberian remisi juga dihadiri oleh Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan Republik Indonesia beserta jajarannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, serta Kepala Satuan Kerja Lapas, LPKA, LPP dan Rutan di seluruh Indonesia. Sebanyak 526 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan turut serta dalam acara ini.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak oleh seluruh peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor : PAS-UM.04.02-110 tanggal 24 Maret Tahun 2025 Tentang Pemberian Remisi Khusus (RK) Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri Tahun 2025 Kepada Narapidana Dan Pengurangan Masa Pidana Khusus (PMPK) Nyepi dan Idul Fitri Tahun 2025 Kepada Anak Binaan Tanggal 26 Maret 2025 oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Yulius Sahruzah, Bc.IP., S.H., M.H.

SK Remisi kemudian diserahkan secara simbolis oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., yang juga menyampaikan sambutan.

Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto menekankan pentingnya layanan pembinaan bagi WBP sebagai syarat utama dalam pemberian remisi.

Ia juga menegaskan agar pemberian remisi dilakukan secara selektif, terutama bagi kasus-kasus yang berpotensi menimbulkan dampak luas di masyarakat.

“Saya mohon kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar lebih selektif dalam memberikan remisi. Pemberian remisi harus dibatasi, terutama untuk kasus yang berpotensi mempengaruhi masyarakat secara luas,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung tentang 13 Program Akselerasi yang digagas oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, salah satunya adalah mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dengan memberdayakan Warga Binaan. Diharapkan program ini dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan makanan di dalam Lapas maupun Rutan. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI juga mengucapkan selamat kepada Narapidana dan Anak Binaan yang pada hari Nyepi dan Idul Fitri ini mendapatkan remisi atau pengurangan masa pidana yang mendapatkan Remisi dan bagi narapidana yang langsung bebas pada hari raya Nyepi tanggal 29 Maret 2025 dan hari raya Idul Fitri tanggal 31 Maret 2025, agar berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum dan kembali kepada keluarga dan jadilah anggota masyarakat yang baik serta taat hukum sesuai dengan tujuan sistem pemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH menyampaikan bahwa seluruh narapidana yang menerima remisi telah memenuhi syarat administratif maupun substantif.

 “Seluruh narapidana yang mendapatkan remisi ini telah memenuhi persyaratan administrasi dan substantif. Secara administratif, mereka telah terdaftar dalam Sistem Database Pemasyarakatan, sementara syarat substantif mencakup kewajiban mengikuti program pembinaan secara bertahap dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau agar para WBP yang belum mendapatkan remisi tetap bersabar dan terus berperilaku baik serta rajin mengikuti seluruh program pembinaan yang telah disiapkan.

Adapun rincian Remisi Khusus yang diberikan kepada narapidana Lapas Kelas IIA Parepare pada peringatan hari raya Idul Fitri Tahun 2025 sebanyak 317 orang narapidana terdiri dari 312 orang narapidana pria dan 5 orang narapidana perempuan. Sementara pada peringatan hari Suci Nyepi Tahun 2025, sebanyak 6 orang narapidana pria mendapatkan Remisi Khusus.

Selanjutnya dalam pelaksanaan di Lapas IIA Parepare, SK Remisi Khusus diserahkan secara simbolis kepada lima orang perwakilan narapidana oleh Kepala Lapas IIA Parepare, disaksikan oleh jajaran pejabat Eselon IVA dan VA serta 21 orang perwakilan WBP  yang turut hadir.

Dengan adanya pemberian remisi ini, diharapkan para WBP dapat lebih termotivasi untuk terus berperilaku baik, mengikuti program pembinaan dengan tekun, serta siap untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya.

Kepala Lapas IIA Parepare beserta seluruh jajaran mengucapkan : "SELAMAT HARI RAYA NYEPI DAN HARI RAYA IDUL FITRI TAHUN 2025 ", bagi yang merayakannya.


Editor : Muh Sain 

Kamis, Maret 27, 2025

Penyerahan Sertifikat Kepada WBP Peserta Pasantren Kilat Ramadhan Di Balik Jeruji Lapas IIA Parepare

METRO ONLINE PARE-PARE -- Bertempat di Masjid At Taubah Lapas IIA Parepare selama 1 bulan penuh dari tanggal 27 Februari sd 27 Maret 2025 dilaksanakan kegiatan pembinaan dan bimbingan keagamaan melalui program Pesantren Kilat Ramadhan 1446 H yang diikuti oleh 100 orang WBP. Seluruh pelaksanaan kegiatan tersusun dan terjadwal dengan baik, dimana program Pesantren Kilat Ramadhan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan dalam rangka semangat bulan Ramadhan 1446 H/ 2025 M dengan mengambil tema "Membentuk Karakter Warga Binaan Pemasyarakatan Yang Ber Akhlaqul Kharimah".  Kamis (27/03/2025)

Dalam acara penutupan hadir Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH juga Ustadz Sabuddin, S.Pd.I, M.Pd Penyuluh Agama Islam sekaligus mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare serta Pejabat Struktural Eselon IVA VA dan Pejabat Fungsional Umum serta Tertentu lainnya pada Lapas IIA Parepare.

Pelaksanaan kegiatan pesantren selama bulan Ramadhan 1446 H Tahun 2025 yang telah dibuka oleh Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH bulan lalu  ditutup kembali hari ini tanggal 27 Maret 2025. Program pesantren kilat ini sejalan dengan Visi Dan Misi Presiden RI tentang Asta Cita dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta perintah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.

Muchamad Zaenal Fanani, S.Sos, M.M selaku Kepala Seksi BIMNADIK juga penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa materi-materi yang diberikan selama giat pesantren kilat tersusun dan terjadwal dengan baik antara lain membaca Al-Qur'an, praktek wudhu, praktek memandikan dan merawat jenazah, praktek shalat, tayamum, adzan, menghafal surat-surat pendek, dan ayat-ayat pilihan, doa-doa, mendengarkan ceramah, dan berdiskusi tentang keislaman. Selama mengikuti pesantren kilat, para peserta juga diberikan pelajaran dan pemahaman mengenai keislaman secara lebih mendalam. Sebagai bukti bahwa warga binaan pemasyarakatan telah mengikuti kegiatan keagamaan ini, pihak penyelenggara memberikan penialaian khusus dan sertifikat pada akhir kegiatan. Adapun materi sekaligus pemateri (Tim Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kota Parepare) kegiatan pesantren kilat sebagai berikut :

1. Materi Aqidah Islamiyah oleh Sabuddin, S.Pd.I.,M.Pd,

2. Materi Bacaan Tahsin Al-Quran oleh Muhammad Asdar, S. Pd.I.,

3. Materi Keutamaan Puasa dan Bulan Ramadhan oleh A. Hasanuddin, ST.,S.Pd.I,

4. Materi Keutamaan Memakmurkan Mesjid oleh Ismail, S.Pd.,

5. Materi Taubat Nasuha oleh Nurdin, S.Pd.I.,M.Pd.,

6. Materi Makanan dan Minuman Haram oleh Amir Tang, S.Ag.,

7. Thaharah (Wudhu, Tayammum dan Mandi Wajib) oleh Arifudidn Rahim

8. Materi Azan oleh Hamkah, S.Pd.I,

9. Materi Sholat (Syarat, Rukn dan Tata Cara Sholat) oleh Asman, S.Ag., M.Pd.,

10. Materi Masbuk, Sholat Jama’ dan Sholat Qashar oleh Mansur, S.Ag.,

11. Materi Sholat Sunnah dan macamnya Zul Fajar, S.Kom.I.,M.Sos.,

12. Materi Zakat, Infak dan Shodaqah oleh Suardi, S.Hi.,M.Pd.,

13. Materi Moderasi Beragama oleh Zainal Abidin, S.Ag.,M.Sos.,

14. Materi Doa dan Tata Cara Berdoa oleh Muhammad Toaha, S.Pd.I.,

15. Materi Memelihara Amaliah Ramadhan oleh M. Ali Hafid R, S.Pd, M.Pd.,

16. Dan materi penyelenggaraan Jenazah oleh Sabuddin, S.Pd.I., M.Pd.I


Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH akhirnya menutup secara resmi Program Pesantren Kilat Ramadhan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan sekaligus menyerahkan Sertifikat kepada 100 Orang peserta sebagai bentuk apresiasi. Totok juga menegaskan bahwa diselenggarakannya Pesantren Kilat Selama Bulan Suci Ramadhan 1466 H bagi WBP berdasarkan UU RI Nomor : 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan. Juga berdasarkan Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi : "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu". Walaupun di balik jeruji dan berada di dalam tembok penjara WBP masih diberikan ruang dan waktu untuk menjalankan ibadahnya untuk bertaubat.

Program pesantren kilat terlaksana dengan baik berkat kerja sama yang baik antara Lapas IIA Parepare dengan Kantor Kementerian Agama Kota Parepare selama ini. 

Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare dan Tim Penyuluh Pendidikan Agama Islam Kota Parepare yang selalu memberikan pendidikan agama, pelayanan dan kepedulian yang maksimal kepada Warga Binaan dengan tulus dan ikhlas dalam beribadah.

Ustadz Sabuddin, S.Pd.I., M.Pd mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare menjelaskan bahwa kegiatan pesantren ini merupakan salah satu amal ibadah di bulan mulia ini tidak hanya yang memberikan materi namun juga bagi yang menjadi peserta kegiatan jika seluruh peserta mengikutinya dengan sungguh-sungguh apalagi mau mengamalkannya. Ditambahkan lagi bahwa menuntut ilmu itu tidak boleh putus dalam keadaan apapun, sekalipun berada dalam balik jeruji lapas. Ustadz Sabuddin, S.Pd.I., M.Pd. juga sangat berharap bahwa kegiatan ini terus dilaksanakan dan tetap berkesinambungan kedepannya sehingga ilmu agama itu tidak hilang dan terlupakan. Terakhir  Ustadz Sabuddin, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan bahwa sebesar apapun kesalahan dan dosa yang pernah kita buat ataupun lakukan, namun tidaklah sebesar maaf dan rahmatan dari Allah SWT kepada hambanya.


Editor : Muh Sain 

Lapas Parepare Gelar Razia Mendadak Blok Hunian WBP Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

METRO ONLINE PARE-PARE -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menggelar razia dan penggeledahan  secara mendadak kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Rabu malam usai Sholat Tarawih. Rabu (26/03/2025).

Kegiatan razia dan penggeledahan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto sebagai bagian dari upaya peningkatan kewaspadaan melalui deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H dengan mengusung tema “Pemasyarakatan Bersih-Bersih.”

Razia dan Penggeledahan gabungan Polsuspas, TNI dan Polri kali ini menyasar Blok Anggrek bawah pada kamar 8, 9,10, 11,12, 13 dan Blok Mawar bawah pada kamar 7, 8, 9.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang dan membahayakan berada di dalam kamar hunian. Di antaranya terdapat 1 buah gunting, 2 buah gelas kaca, dan 4 buah sendok besi. Barang-barang temuan tersebut langsung disita, diamankan dan didata selanjutnya untuk dimusnahkan.

Meski ditemukan sejumlah barang berbahaya, Totok Budiyanto menegaskan dalam kegiatan rasia dan penggeledahan gabungan pada hari ini tidak ditemukan barang terlarang jenis Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) serta Handphone.

“Ini bukti bahwa pengamanan dan pengawasan terus kami perketat serta tingkatkan. Seluruh Petugas Lapas IIA Parepare dihimbau untuk menjalankan tugas dengan profesional, menjunjung tinggi integritas, disiplin, tanggung jawab serta memberikan pelayanan publik yang terbaik dan maksimal,” terang Totok.

Ia juga menegaskan akan pentingnya mengoptimalkan layanan Wartelsuspas (Warung Telepon Khusus Pemasyarakatan) bagi WBP dengan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan penggunaan handphone secara ilegal.

“Layanan telekomunikasi (Wartelsuspas) harus tetap berjalan sesuai aturan agar Warga Binaan Pemasyarakatan bisa tetap berkomunikasi dengan keluarga dengan baik dan terkontrol,” tambahnya. 

Kepala Seksi Administrasi Keamanan Dan Ketertiban Lapas IIA Parepare Bahri, S.Sos, M.Si menjelaskan bahwa seluruh barang temuan hasil razia dan penggeledahan  akan disita dan diinventarisir selanjutnya untuk dimusnahkan.

“Semua barang temuan hasil razia dan penggeledahan ini akan kami data, amankan dan disita untuk dimusnahkan serta dilaporkan ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Namun sebelumnya Kepala Lapas IIA Parepare juga telah melakukan tes Urine kepada seluruh petugas pada hari Senin tanggal 24 Maret 2025 dan hasilnya Negatif. 

Program ini sebagai tindak lanjut dari Visi Misi Presiden RI tentang Asta Cita serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI juga 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta perintah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.

Totok Budiyanto menyatakan kegiatan razia dan penggeledahan gabungan ini akan terus dilakukan secara rutin dan mendadak demi memastikan Lapas IIA Parepare menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H tetap aman dan kondusif. Sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan Kamtibmas serta pencegahan pengendalian dan pemberantasan narkoba.

“Tugas pokok dan fungsi kami adalah menciptakan lingkungan Lapas yang bersih, aman, dan tertib, sesuai dengan semangat ‘Pemasyarakatan Bersih-Bersih’ sebagaimana dicanangkan dalam rangka peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-61,” tutupnya.

Dasar pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan. Juga Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI Nomor : PAS-UM.04.02.78 tanggal 07 Maret 2025 tentang Rangkaian Penyampaian Buku Panduan Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-61 Tahun 2025 berupa Giat Pemasyarakatan Bersih-Bersih.


Editor : Muh Sain 

Senin, Maret 24, 2025

Komitmen Zero Penyalah Gunaan Narkoba, Ka Lapas IIA Parepare Lakukan Tes Urine Kepada Seluruh Petugas

METRO ONLINE PARE-PARE -- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare di bulan suci Ramadhan 1446 H/ 2025 M serius laksanakan tes urine kepada petugas diruang Ka. Lapas, Senin (24/03/2025). 

Hal ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap Penyalah Gunaan Narkoba oleh Petugas Lapas IIA Parepare sekaligus komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan pengendalian narkoba sebagai tindak lanjut dari Visi dan Misi Presiden RI tentang Asta Cita, 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan juga perintah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.

"Tes urine ini kami lakukan untuk deteksi dini dan mengantisipasi adanya petugas yang menyalah gunakan Narkoba," tegas Kepala Lapas Parepare, Totok Budiyanto.

Totok menambahkan, "Jika semangat pencegahan dan pemberantasan narkoba sejalan dengan Visi dan Misi Presiden RI tentang Asta Cita, implementasi dan tindak lanjut dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait pemberantasan peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan serta perintah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan."

Tes urine yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas IIA Parepare hari ini dilakukan kepada 50 orang petugas . Dari hasil pemeriksaan oleh Tim Tenaga Kesehatan Lapas IIA Parepare dengan pengawasan Kasubag TU, tidak ada yang positif Narkoba.

Kepala Seksi Administrasi Keamanan Dan Ketertiban Bahri, S.Sos, M.Si, mengatakan kegiatan ini sebagai komitmen bersama terhadap keseriusan seluruh petugas dalam membersihkan dari penyalah gunaan Narkoba di Lapas IIA Parepare. "Kami melakukan tes urine kepada petugas memastikan tidak adanya keterlibatan dalam penyalah gunaan Narkoba atau barang haram ini. Penyalah gunaan Narkoba atau barang haram ini akan mempengaruhi petugas dalam menjalankan tupoksinya," tandasnya.

Kasubag TU Tajuddin, SH meminta seluruh petugas bertanggung jawab secara profesional dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara. Itu dibuktikan dengan tidak terlibat penyalah gunaan Narkoba sebab bisa berdampak buruk bagi kinerja.  "Komitmen dan konsekuensi harus kita pegang kuat sejalan dengan Visi dan Misi Presiden RI tentang Asta Cita sekaligus menindaklanjuti 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI," tutup Tajudin. 

Dengan hasil ini, Petugas Lapas IIA Parepare terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan Lembaga Pemasyarakatan yang bersih dan terbebas dari penyalahgunaan Narkoba. Diharapkan langkah ini dapat menjadi bentuk ibadah dibulan suci Ramadhan 1446 H/ 2025 M bagi seluruh petugas dalam menjaga integritas, kesehatan, keamanan dan ketertiban didalam Lapas. Sekaligus menjadi upaya nyata dalam membangun kepercayaan masyarakat dan warga binaan terhadap integritas petugas sebagai aparat yang konsisten menegakkan aturan dan nilai-nilai moral selaku Aparatur Sipil Negara. 

Kepala Lapas IIA Parepare mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi langkah strategis kegiatan pada hari ini. Tes urine Narkoba penting karena dapat membantu mendeteksi awal penyalahgunaan narkoba, menjaga keamanan, dan penegakan hukum.


Editor : Muh Sain 

Kamis, Maret 20, 2025

Lapas IIA Parepare Ajak Buka Puasa Bersama WBP dan Anak Yatim Piatu Panti Asuhan Al Birru Kota Parepare

METRO ONLINE PARE-PARE -- Lapas IIA Parepare  menggelar buka puasa bersama dan  Sholat Tarawih berjamaah WBP serta anak-anak panti asuhan Al Birru Kota Parepare. Kamis (20/03/2025).

Acara ini dirangkaikan dengan Pengukuhan Dan Pengucapan Sumpah/Janji Pengurus dan Pengawas Koperasi KP-RI Pengayoman Lapas IIA Parepare Periode 2025-2027 menghadirkan Warga Binaan Pemasyarakatan dan anak yatim piatu dari Al Birru Kota Parepare.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Lapas IIA Parepare beserta Seluruh Pejabat Struktural Eselon IVA VA dan Pejabat Fungsional Umum serta Tertentu lainnya serta Pengurus Panti Asuhan Al Birru Kota Parepare.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pengukuhan Dan Pengucapan Sumpah/Janji Pengurus dan Pengawas Koperasi KP-RI Pengayoman Lapas IIA Parepare Periode 2025-2027 oleh Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH dilanjutkan dengan Rapat Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Tahun 2025 dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Koperasi Idham Chalid. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan dan kebutuhan bahan pokok kepada seluruh anak yatim piatu, doa bersama dan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjemaah, santap malam, salat Isya, Tarawih, dan diakhiri dengan witir serta doa bersama. Warga Binaan Pemasyarakatan melanjutkan dengan Tadarus Al-Qur'an.

Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat, dengan harapan pengurus yang baru saja dikukuhkan dapat bekerja dengan baik, serta mengapresiasi atas kinerja pengurus Koperasi KP-RI Pengayoman Lapas IIA Parepare sebelumnya karena telah mendapat predikat Koperasi sehat.

“Saya berbahagia dan mengapresiasi kepada pengurus berserta anggota karena dari sekian banyak Koperasi, KP-RI Pengayoman Lapas IIA Parepare berhak mendapatkan koperasi predikat sehat, tentu ini kebahagian buat kita bahwa pengurus bisa mengelola dengan baik sehingga mendapatkan predikat sehat” tuturnya

Totok Budiyanto juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi kebahagiaan, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak Panti Asuhan.

Totok pun mengapresiasi kegiatan ini yang diinisiasi dengan baik oleh Ketua Pengurus Koperasi KP-RI Pengayoman Lapas IIA Parepare yang baru.

Totok berharap, melalui berbagai kegiatan buka bersama ini, Lapas IIA Parepare dapat memberikan contoh yang baik dalam memaknai bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M.

Sementara itu, Ketua Koperasi KP-RI Pengayoman Lapas IIA Parepare Idham Chalid mengatakan bahwa  kita merasakan betul anak-anak yatim piatu bukan hanya bagian dari masyarakat, tetapi juga bagian dari keluarga besar yang wajib untuk diperhatikan. Hal ini sejalan dengan Visi dan Misi Presiden RI tentang Asta Cita serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI juga 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan petunjuk serta arahan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.

“Mereka membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan dukungan dari kita agar tumbuh menjadi generasi yang kuat, berdaya, dan penuh harapan. Karena sejatinya, kebahagiaan mereka adalah cerminan dari kepedulian kita sebagai masyarakat yang beriman dan berbudi luhur,” ujarnya.

Idham Chalid berharap seluruh petugas Lapas IIA Parepare dapat menjadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi dan menebar kebaikan.

Rangkaian acara ditutup dengan Sholat Tarawih Berjamaah Tarawih dan dan Tadarus Al-Qur'an.


Editor : Muh Sain 

Jumat, Maret 14, 2025

Momen Indah, Walikota Parepare Sholat Tarawih Berjamaah Bersama Warga Binaan Masjid At Taubah Lapas IIA Parepare

METRO ONLINE PARE-PARE -- Selama bulan Ramadhan 1446 H/ 2025 M Lapas Kelas IIA Parepare rutin menggelar Sholat Tarawih berjemaah dilanjutkan dengan Tadarus Al-Qur'an. Kali ini ada momen indah kegiatan Sholat Tarawih berjamaah bersama dengan Walikota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H., didampingi Sekretaris Daerah Muhammad Husni Syam, SH beserta beberapa SKPD di Masjid At Taubah Lapas IIA Parepare. Jumat (14/03/2025).

Pada pelaksanaan kegiatan Sholat Tarawih berjamaah hari Ke-14 kali ini, dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH mendampingi Walikota Parepare H. Tasming Hamid, S.E.,M.H., Sekretaris Daerah H. Muh. Husni Syam, S.H., Asisten II dan III Walikota Parepare, Pimpinan SKPD Kota Parepare, Camat Bacukiki Saharuddin, S.E. dan Lurah Galung Maloang Muhammad Zulkifli Farid, S.E.,S.H., Mewakili Danramil Bacukiki. 

Kegiatan diawali dengan Sholat Isya berjamaah kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, S.H. yang dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih serta menyambut baik kehadiran Walikota Parepare dalam melaksanakan kunjungan dan silaturahmi sekaligus Sholat Tarawih berjamaah bersama Warga Binaan Pemasyarakatan di Masjid At Taubah Lapas IIA Parepare. Kepala Lapas IIA Parepare juga menyampaikan seluruh kegiatan dan program yang ada di Lapas Kelas IIA Parepare beserta seluruh pelayanan yang diberikan kepada Warga Binaan yang ada di Lapas Kelas IIA Parepare adalah dukungan yang telah diberikan dari Pemerintah Kota Parepare selama ini, dan sekaligus mengharapkan bahwa bukan hanya pada momen hari ini saja Bapak Walikota Parepare berkenan hadir dan mau silaturahmi dengan masyarakatnya yang ada dalam Lapas Parepare, namun kiranya kedepan akan lebih sering lagi dan selalu memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan yang ada dalam Lapas Kelas IIA Parepare. Kepala Lapas IIA Parepare menegaskan bahwa program pembinaan selama bulan Ramadhan 1446 H menindaklanjuti Visi Dan Misi Presiden RI tentang Asta Cita serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI sekaligus mengimplementasikan 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Juga menindaklanjuti arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan. 

Di Kesempatan kedua Bapak Walikota Parepare memberikan sambutan yang hangat dan penuh antusias mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Lapas Kelas IIA Parepare beserta jajarannya yang telah memberikan kesempatan menyapa dan bertemu langsung dengan seluruh warga binaan yang ada dalam Lapas Kelas IIA Parepare utamanya Warga Masyarakat Kota Parepare.

Kunjungan kali ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk mempererat hubungan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk warga binaan di Lapas.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota H. Tasming Hamid, S.E., M.H mengapresiasi program pesantren kilat yang diselenggarakan bagi para warga binaan selama bulan suci Ramadhan 1446 H.

H. Tasming Hamid, S.E., M.H mengaku bersyukur dapat bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan para warga binaan yang menjalani masa pidana dan tahanan sementara waktu di Lapas IIA Parepare.

Ia menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.

“Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Silaturahmi adalah hal yang penting untuk kita jaga. Semoga kegiatan pesantren kilat ini membawa manfaat besar bagi warga binaan dalam memperkuat spiritualitas dan semangat menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Selain itu, kunjungan ini juga menjadi ajang untuk mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak Lapas Kelas IIA Parepare dalam mendukung pembinaan warga binaan.

Pemerintah Kota, kata orang nomor satu di Parepare itu berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan dukungan bagi program-program rehabilitasi dan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah oleh Ustadz Muh. Isla, S.Pt.,M.Ag kemudian dilanjutkan Sholat Tarawih berjamaah dan ditutup dengan salam tepuk sapa Bapak Walikota Parepare beserta Jajarannya.

Pukul 21.33 Wita kegiatan dilanjutkan dengan Tadarus Al-Qur'an yang diikuti oleh Petugas dan WBP yang telah memenuhi persyaratan melalui Sidang TPP. 

Seluruh pelaksaanaan kegiatan Safari Ramadhan Walikota Parepare di Lapas IIA Parepare berjalan lancar aman dan tertib serta kondusif.


Editor : Muh Sain 

Selasa, Maret 11, 2025

BINTORWASADAL. Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan Kunjungan Kerja Ke Lapas IIA Parepare

METRO ONLINE PARE-PARE -- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudi Fernando Sianturi, A.Md.IP, SH, MH  melakukan Bintorwasdal sekaligus kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Parepare, Selasa (11/03/2025).

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memonitoring pelaksanaan layanan Tata Kelola Pemasyarakatan di Unit Pelaksana teknis Pemasyarakatan Lapas IIA Parepare. Kegiatan ini meliputi Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian serta memberikan penguatan Tupoksi Penyelenggaraan Pemasyarakatan terkait Kewaspadaan Menjelang Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1446 H di Lapas, LPKA, LPP dan Rutan.

Dalam lawatannya ke Lapas Kelas IIA Parepare, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Rudy Fernando Sianturi, A.Md.IP, SH, MH  memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan seluruh layanan pemasyarakatan kepada warga binaan maupun masyarakat kepada Kepala Lapas IIA Parepare beserta jajarannya. Hal tersebut disampaikan saat menyambangi pelaksanaan kegiatan pembinaan kerohanian WBP yang beragama Kristen, pesantren kilat selama bulan Ramadhan 1446 H di Masjid At Taubah, meninjau Klinik Pratama Lapas IIA Parepare, dapur sehat, bengkel kerja, SAE ketahanan pangan, peternakan bebek dan unit-unit layanan lainnya.

"Terima Kasih kepada seluruh petugas yang telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan SOP sehingga pemberian layanan pemasyarakatan kepada warga binaan dan masyarakat tidak mengalami kendala. Tetap laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesional serta berintegritas," tutur Kakanwil.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil juga menyambangi blok kamar hunian untuk menyapa dan memberikan motivasi kepada seluruh warga binaan Lapas Kelas IIA Parepare. Kakanwil meminta seluruh warga binaan agar mematuhi seluruh aturan di dalam Lapas dan mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik dan penuh semangat. Selain itu, Kakanwil juga mengecek dapur sehat layanan makan dan minum warga binaan guna memastikan makanan dan minuman tersebut memenuhi standar Angka Kebutuhan Gizi (AKG).

Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan juga mengunjungi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE)  Lapas Kelas IIA Parepare sebagai lokasi pemenuhan ketahanan pangan dalam upaya pemberdayaan warga binaan. Di sela-sela kunjungannya, Kakanwil mengapresiasi Kegiatan Kerja Lapas IIA Parepare dalam mewujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional yang merupakan bagian dari Visi Dan Misi Presiden RI tentang Asta Cita dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Seusai melaksanakan kunjungan kerja di Lapas Kelas IIA Parepare, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan  Sulawesi Selatan  memberikan pengarahan dan penguatan tentang tugas pokok dan fungsi penyelenggaraan Tata Kelola Pemasyarakatan kepada seluruh jajaran. Dalam arahannya, Kakanwil meminta seluruh jajaran agar tetap menjaga integritas, sikap profesional, dan citra baik institusi pemasyarakatan serta menciptakan inovasi-inovasi terhadap layanan pemasyarakatan guna terwujudnya pemasyarakatan yang berdampak. Dalam kesempatan yang sama Kepala Kantor Wilayah juga berkenan menyerahkan buku Tabungan BRI kepada 5 Orang WBP yang bekerja dan mendapatkan upah atau preminya sebagai bekal setelah bebas nantinya. Juga berkenan menyerahkan bingkisan bantuan sosial kepada 5 Orang WBP untuk diberikan kepada keluarganya membantu mengurangi beban perekonomian masyarakat bersamaan dengan bulan suci Ramadhan 1446 H. Kegiatan ini disaksikan juga Pimpinan PT BRI Persero Tbk Cabang Parepare.

Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH menghaturkan terima kasih atas kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan. Dan semoga arahan dan bimbingannya memberikan semangat baru dan arah yang jelas, Lapas IIA Parepare optimis mampu memberikan pelayanan dan pembinaan yang semakin profesional serta berdaya guna dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.


Editor : Muh Sain 

Minggu, Maret 09, 2025

Tadarus Al Qur'an, Kalapas Kelas IIA Parepare Terapkan Program One Day One Juz Ke Warga Binaan Pemasyarakatan

METRO ONLINE PARE-PARE -- Warga binaan pemasyarakatan Lapas IIA Parepare dan para santrinya memiliki keinginan untuk bisa khatam Al Qur’an sebelum Ramadhan 1446 H/ 2025 M habis, dengan menerapkan program Tadarus Al Qur’an One Day One Juz setelah Sholat Tarawih Berjamaah. Sabtu (08/03/2025).

Kegiatan Tadarus Al Qur’an bagi Warga Binaan Pemasyarakatan  merupakan kegiatan rutin dan wajib dilaksanakan setelah melaksanakan ibadah Sholat Tarwih berjamaah di masjid At Taubah Lapas IIA Parepare.

Kegiatan Tadarus Al Qur’an dibimbing langsung oleh Kepala Seksi Bimnadik Muchamad Zaenal Fanani S.Sos.,M.M, Kasubsi Bimkemaswat Nur Alim Syah, SH, Darwansyah selaku staf Subsi Bimkemaswat.

Sebanyak 30 Orang Warga Binaan yang sementara juga mengikuti program Pesantren Kilat diwajibkan menerapkan program Tadarus Al Qur’an One Day One Juz selama bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M. 

Sementara Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH menyampaikan bahwa, tujuan dari pelaksanaan kegiatan penerapan program Tadarus Al Qur’an One Day One Juz adalah untuk memfasilitasi dan mempermudah warga binaan agar dapat membiasakan tilawah Al Qur’an Satu Juz sehari, juga membudayakan membaca Al Qur'an setiap hari. Program ini dapat membantu meningkatkan minat dan kemampuan membaca Al Qur'an bagi setiap Warga Binaan. 

“Diharapkan selama bulan Ramadhan 1446 H/2025 M mampu Khatam Al Qur’an. Program ini dapat membentuk karakteristik Insan Qur`ani dan mampu membimbing arah hidupnya agar mendapatkan manfaat yang besar bagi kehidupan yang akan datang setelah bebas nantinya. Kita semua ingin berlomba-lomba memperbanyak ibadah dan amal shaleh lainnya untuk meraih ridha Allah SWT selama Bulan Ramadhan”, Ujarnya.

Oleh karena itu, kami berharap seluruh Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan  dapat mengikuti kegiatan Tadarus Al Qur’an ini setiap hari setelah Sholat Tarwih berjamaah di masjid At Taubah Lapas IIA Parepare agar bersama-sama memperoleh pahala kebaikan. 

Kesimpulannya program Tadarus Al Qur’an One Day One Juz Al Qur’an bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas IIA Parepare dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas ibadahnya selama bulan Ramadhan.

“Konsep ini mengajak warga binaan pemasyarakatan untuk meningkatkan disiplin dan pemahaman dalam membaca Al Qur’an, sehingga pada akhirnya, mereka akan mendapatkan manfaat yang besar dalam menjalankan ibadahnya selama menjalankan masa pidananya”, Tegas Kepala Lapas IIA Parepare.

Selain kegiatan Tadarus Al Qur’an One Day One Juz, Kepala Lapas IIA Parepare juga melaksanakan program kegiatan lainnya guna memeriahkan bulan suci Ramadhan. Yaitu Kegiatan Pesantren Kilat, Kuliah Ramadhan (KURMA) setelah Sholat Dzuhur dan Ashar, Safari Ramadhan 1446 H/2025 M, Peringatan Nuzulul Qur’an, Buka Puasa Bersama, Dirosa metode pembelajaran membaca Al Qur'an bersama Yayasan Al Wahdah Islamiyah dan lain sebagainya.

Program ini sebagai langkah tepat menindaklanjuti 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI juga 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan. 

Pembinaan dan bimbingan keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan diatur dalam Undang-Undang RI  Nomor : 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Pembinaan keagamaan ini dilakukan dengan menyediakan sarana ibadah dan program bimbingan rohani.


Editor : Muh Sain 

Rabu, Maret 05, 2025

Dibalik Jeruji Tidak Menghalangi WBP Lapas IIA Parepare Menjalankan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1446H, Salah Satunya Pasantren Kilat

METRO ONLINE PARE-PARE -- Bertempat di Masjid At Taubah Lapas IIA Parepare berlangsung kegiatan rutin dan terjadwal dengan baik pelaksanaan Pesantren Kilat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan dalam rangka semangat bulan Ramadhan 1446 H/ 2025 M dengan mengambil tema "Membentuk Karakter Warga Binaan Pemasyarakatan Yang Ber Akhlaqul Kharimah".  Selasa (04/03/2025)

Hadir pemateri dari Tim Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Ustad  Muhammad Asdar, S. Pd.I dengan materi yang dibawakan Bacaan Tahsin Al-Quran. Kegiatan pesantren kilat ini diikuti sebanyak 100 orang Warga Binaan sebagai peserta. Pelaksanaan kegiatan pesantren selama bulan Ramadhan 1446 H Tahun 2025 yang telah dibuka langsung oleh Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH hari Rabu tanggal 26 Februari 2025 selama satu bulan, dimulai tanggal 03 Maret 2025 dan kegiatan akan ditutup sampai dengan tanggal 31 Maret 2025. Hal ini sejalan dengan Visi Dan Misi Presiden RI tentang Asta Cita dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Adapun penanggung jawab kegiatan Kepala Seksi Bimnadik Bapak Muchamad Zaenal Fanani, S.Sos, M.M didampingi oleh  Nur Alim Syah, SH selaku Kasubsi Bimkemaswat, Darwansyah selaku staf Bimkemaswat. Adapun materi-materi yang diberikan selama giat pesantren kilat tersusun dan terjadwal dengan baik antara lain membaca Al-Qur'an, praktek wudhu, praktek memandikan dan merawat jenazah, praktek shalat, tayamum, adzan, menghafal surat-surat pendek, dan ayat-ayat pilihan, doa-doa, mendengarkan ceramah, dan berdiskusi tentang keislaman. Selama mengikuti pesantren kilat, para peserta akan diberikan pelajaran dan pemahaman mengenai keislaman secara lebih mendalam. Sebagai bukti bahwa warga binaan pemasyarakatan telah mengikuti kegiatan keagamaan ini, pihak penyelenggara akan memberikan penialaian khusus dan sertifikat pada akhir kegiatan. Adapun materi sekaligus pemateri (Tim Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kota Parepare) kegiatan pesantren kilat sebagai berikut :

1. Materi Aqidah Islamiyah oleh Sabuddin, S.Pd.I.,M.Pd,

2. Materi Bacaan Tahsin Al-Quran oleh Muhammad Asdar, S. Pd.I.,

3. Materi Keutamaan Puasa dan Bulan Ramadhan oleh A. Hasanuddin, ST.,S.Pd.I,

4. Materi Keutamaan Memakmurkan Mesjid oleh Ismail, S.Pd.,

5. Materi Taubat Nasuha oleh Nurdin, S.Pd.I.,M.Pd.,

6. Materi Makanan dan Minuman Haram oleh Amir Tang, S.Ag.,

7. Thaharah (Wudhu, Tayammum dan Mandi Wajib) oleh Arifudidn Rahim

8. Materi Azan oleh Hamkah, S.Pd.I,

9. Materi Sholat (Syarat, Rukn dan Tata Cara Sholat) oleh Asman, S.Ag., M.Pd.,

10. Materi Masbuk, Sholat Jama’ dan Sholat Qashar oleh Mansur, S.Ag.,

11. Materi Sholat Sunnah dan macamnya Zul Fajar, S.Kom.I.,M.Sos.,

12. Materi Zakat, Infak dan Shodaqah oleh Suardi, S.Hi.,M.Pd.,

13. Materi Moderasi Beragama oleh Zainal Abidin, S.Ag.,M.Sos.,

14. Materi Doa dan Tata Cara Berdoa oleh Muhammad Toaha, S.Pd.I.,

15. Materi Memelihara Amaliah Ramadhan oleh M. Ali Hafid R, S.Pd, M.Pd.,

16. Dan materi penyelenggaraan Jenazah oleh Sabuddin, S.Pd.I., M.Pd.I


Yang menjadi dasar diselenggarakan Pesantren Kilat Selama Bulan Suci Ramadhan 1466 H bagi WBP yaitu UU RI Nomor : 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan. Juga berdasarkan Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi : "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu". Walaupun di dalam tembok penjara WBP masih diberikan ruang dan waktu untuk menjalankan ibadahnya dan keselamatan untuk bertaubat. Adapun bentuk pembinaan terhadap WBP pada Lapas IIA Parepare yang diamanatkan dalam UU RI No 22 Tahun 2022 adalah pembinaan kesadaran beragama, pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, pembinaan kemampuan intelektual, pembinaan kesadaran hukum, pembinaan mengintegrasikan diri dengan masyarakat, keterampilan untuk mendukung usaha-usaha mandiri, keterampilan untuk mendukung usaha-usaha industry kecil, keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan bakatnya masing-masing, dan keterampilan untuk mendukung usaha-usaha industri atau kegiatan pertanian (perkebunan) dengan menggunakan teknologi madya atau teknologi tinggi. Dan tetap memperhatikan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-259.PK.08.05 Tahun 2025 Tanggal 21 Februari 2025 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Selama Bulan Suci Ramadhan Dan Idul Fitri 1446 H / 2025.

Selama bulan suci Ramadhan 1446 H selain kegiatan Pesantren Kilat WBP juga diberikan kesempatan untuk menjalankan Ibadah Sholat Tarawih Berjamaah yang dilanjutkan dengan Tadarus Al-Qur'an baik di Masjid maupun di kamarnya masing-masing. Mereka diberikan kesempatan untuk berlomba mencari pahala dan amal ibadah.

Sementara, Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH mengatakan akan selalu mendukung dan memberikan waktu dan ruang untuk kegiatan yang positif terutama ibadah.

Hal ini sejalan dengan tujuan dari Sistem Pemasyarakatan untuk membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan ditengah-tengah masyarakat dan bermanfaat untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, WBP dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

Kenikmatan, kebahagiaan, kegembiraan dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan bukan hanya milik mereka yang bebas, merdeka di luar sana, namun semua orang dapat menikmatinya kendati sedang menjalani hukuman didalam penjara.

Para Warga Binaan Pemasyarakatan adalah manusia yang juga memiliki hak untuk melaksanakan ibadah sebagaimana individu lainnya dan Negara berhak memfasilitasi agar selepas menjalani masa hukumannya kembali menjadi manusia seutuhnya.


Editor : Muh Sain 

Sabtu, Maret 01, 2025

Bulan Ramadhan 1446 H Lapas IIA Parepare Gelar Sholat Tarawih Dan Tadarus Al-Qur'an Bagi Petugas Dan Warga Binaan Pemasyarakatan.

METRO ONLINE PARE-PARE -- Lapas Kelas IIA Parepare menggelar  Sholat Tarawih berjemaah bagi  Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan Sholat Tarawih berjamaah dilaksanakan selama bulan suci Ramadan 1446 H/ 2025 M. Dengan penanggung jawab kegiatan Kepala Seksi BIMNADIK Much. Zaenal F, S.Sos, MM dan Kasubsi Bimkemaswat Nur Alim Syah, SH. Sabtu (01/03/2025).

Pada pelaksanaan kegiatan Sholat Tarawih berjamaah hari Ke-2, dihadiri seluruh Pejabat Struktural Eselon IVA VA dan Pejabat Fungsional Umum serta Tertentu lainnya dan petugas bantuan keamanan. Pelaksanaan Sholat Tarawih dibagi menjadi 2 (Dua) tempat yaitu Khusus Petugas dan WBP Perempuan dilaksanakan di Tribun Aula. Sedangkan untuk Petugas dan WBP Pria bertempat di Masjid At Taubah. 

Yang menjadikan dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadahnya serta program layanan pembinaan dan bimbingan keagamaan yang terbaik kepada Warga Binaan berdasarkan Undang-Undang RI Nomor : 22 Tahun 2022 pada Pasal 9 dimana salah satunya mengatur hak keagamaan dalam hal menjalankan ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya, juga berdasarkan Pasal 29 UUD 1945 pada Ayat (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Sekaligus sebagai tindak lanjut implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH menyambut baik pelaksanaan kegiatan Sholat Tarawih berjamaah yang dilanjutkan dengan Tadarus Al-Qur'an berjalan lancar, aman dan tertib, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja tulus ikhlas sehingga seluruh rencana kegiatan selama bulan Ramadhan 1446 H/ 2025 terlaksana dengan sangat baik. Kepala Lapas IIA Parepare juga memberi motivasi kepada seluruh WBP bahwa bulan suci  Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, ampunan, dan kemuliaan bagi umat Islam. Makna bulan suci Ramadhan antara lain : 

a. Bulan untuk meningkatkan ibadah,

b. Bulan untuk memperbanyak amal kebaikan,

c. Bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,

d. Bulan untuk menguatkan iman dan takwa,

e. Bulan untuk meningkatkan kesadaran akan keberadaan Allah SWT,

f. Bulan untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan,

g. Bulan untuk mengampuni dosa-dosa yang telah lalu,

h. Bulan untuk mengabulkan doa-doa,

i. Bulan untuk meraih prestasi. 


Pada kegiatan Sholat Tarawih yang bertindak sebagai Imam dan Penceramah adalah Ustadz Asdar, S.Pd dari Kantor Kementerian Agama Kota Parepare. Dalam inti tausiyahnya mengajak seluruh WBP untuk memanfaatkan waktu di Lapas IIA Parepare dengan memperbanyak ibadah dan refleksi diri agar lebih siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.  Dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat selama bulan Ramadan yaitu Membaca Al-Qur'an, Melaksanakan salat tarawih, Berdzikir, Bersedekah, Mengikuti kajian dan ceramah keagamaan, Melakukan kegiatan sosial, seperti membagikan takjil atau berbuka puasa bersama anak yatim, Berolahraga ringan, Memasak menu sehat untuk berbuka dan sahur, Mengembangkan hobi dan keterampilan dan Memperbanyak sholawat dalam setiap aktivitas

Selanjutnya pada pukul 21.00 Wita kegiatan dilanjutkan dengan Tadarus Al-Qur'an yang diikuti oleh Petugas dan WBP yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan subtansi melalui Sidang TPP. 

Setelah Sholat Tarawih, Warga Binaan peserta Tadarus Al-Qur'an secara bergantian membaca Al-Qur’an dalam kelompok kecil, dibimbing oleh petugas dan sesama Warga Binaan yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan terasa di Masjid At Taubah, dengan lantunan ayat suci Al Qur'an yang menggema di dalam Lapas.

Salah satu Warga Binaan yang turut serta dalam Tadarusan mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena dapat mengikuti kegiatan ini.

Ramadhan di Lapas IIA Parepare tetap terasa bermakna. Dengan Tadarusan ini, Warga Binaan merasa lebih tenang dan berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Dengan adanya kegiatan Tadarusan rutin ini, diharapkan selama bulan suci Ramadhan 1446 H/ 2025 M menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan, sehingga mereka dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menanamkan  nilai-nilai kebaikan yang dapat dibawa setelah bebas nanti.

Seluruh pelaksaanaan kegiatan Sholat Tarawih dan Tadarus Al-Qur'an berjalan lancar, aman dan tertib serta tetap memperhatikan protokol kesehatan.


Editor : Muh Sain 

Rabu, Februari 26, 2025

Bekerjasama Dengan Kantor Kementerian Agama, Lapas Kelas IIA Parepare Gelar Pesantren Kilat Bagi Warga Binaan Selama Ramadhan 1446 H/ 2025 M.

METRO ONLINE PARE-PARE -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menggelar pesantren kilat sebagai bentuk persiapan memasuki bulan suci Ramadan 1446 H/ 2025 M. Kegiatan bertema “Membentuk Karakter Warga Binaan Pemasyarakatan Yang Ber Akhlaqul Kharimah” ini dibuka langsung oleh Kepala Lapas Parepare, Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH,  bertempat di Masjid At-Taubah, Rabu (26/2/2025).

Sebanyak 100 Warga Binaan Pemasyarakatan hadir sebagai peserta mengikuti pesantren kilat ini selama bulan Ramadhan 1446 H, dimulai dari 26 Februari hingga 29 Maret 2024. Materi yang akan disampaikan mencakup berbagai aspek keislaman seperti membaca Al-Qur’an, praktek wudhu, praktek salat, tayamum, adzan, hafalan surat-surat pendek, doa-doa, mendengarkan ceramah, dan diskusi tentang keislaman.

Yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan program layanan pembinaan dan bimbingan keagamaan yang terbaik kepada Warga Binaan berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2022 pada Pasal 9 dimana salah satunya mengatur hak keagamaan dalam hal menjalankan ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya juga berdasarkan Pasal 29 UUD 1945 pada Ayat (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Dan juga tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara Kepala Lapas IIA Parepare dengan Kementerian Agama Kota Parepare. Sekaligus sebagai tindak lanjut implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Kepala Seksi BIMNADIK, Muchamad Zaenal Fanani, S.Sos, M.Si selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa pesantren kilat ini bertujuan memperdalam ilmu agama, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan membentuk kepribadian serta keimanan Warga Binaan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Peserta akan dinilai khusus dan mendapatkan sertifikat pada akhir kegiatan. Disamping itu sebagai salah satu penilaian dalam pemberian program Reintegrasi Sosial sebelum kembali ke tengah-tengah masyarakat dan keluarganya. Sebelumnya para peserta pesantren kilat sudah melalui Sidang TPP Tingkat Satker Lapas IIA Parepare. 

“Selama mengikuti pesantren kilat, para peserta akan diberikan pelajaran dan pemahaman mengenai keislaman secara lebih mendalam. Selanjutnya akan diberikan penialaian khusus dan sertifikat pada akhir kegiatan,”ujarnya

Kepala Lapas Parepare, Totok Budiyanto menjelaskan, bahwa pesantren kilat dirancang khusus untuk Warga Binaan yang beragama Islam. Kegiatan ini diharapkan dapat memperdalam ilmu agama, mendekatkan diri kepada Allah, dan menjauhi aktivitas yang dilarang oleh agama. Selain itu, program pesantren kilat diharapkan mempererat hubungan antar Warga Binaan serta membangun karakter yang Ber Akhlakul Karimah. 

”Pesantren kilat ini memang ditujukan khusus bagi Warga Binaan yang beragama Islam dengan menggunakan pola dan tata cara kehidupan didalam pesantren, tetapi dilakukan didalam Lembaga Pemasyarakatan. Dalam artian untuk memperkuat ukhuwah Islamiah, ukhuwah Wathaniyah dan ukhuwah insaniyah,” imbuh Totok.

Ustadz Asdar selaku Tim Penyuluh Agama Islam mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud perhatian dan kepedulian terhadap pendidikan agama bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Pesantren kilat di Lapas IIA Parepare dianggap sebagai langkah positif untuk meningkatkan kualitas ibadah dan membentuk karakter muslim yang lebih baik.

“Sangat luar biasa, ini wujud perhatian dan kepedulian Kepala Lapas IIA Parepare kepada Warga Binaannya dalam memberikan ruang waktu dan tempat dalam pemberian pendidikan agama melalui kegiatan pesantren ini,” ucap Ustadz Asdar.

Selain itu, Ustadz Asdar menambahkan, Pesantren kilat ini diharapkan kepada Warga Binaan memiliki budi pekerti yang baik sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW yaitu Akhlaqul Karimah (Akhlak yang terpuji) dan tahu apa saja yang dilarang menurut agama, sehingga para santri dapat dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani masa pidananya dan setelah bebas nantinya kembali ke tengah-tengah masyarakat dan keluarganya.


Editor : Muh Sain 

Senin, Februari 24, 2025

Pastikan Kesehatan WBP, Lapas IIA Parepare Kembali Lakukan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Mobile VCT HIV Dan Skrining TB Bekerjasama Dengan Dinas Kesehatan Kota Parepare.


METRO ONLINE PARE-PARE -- Lapas IIA Parepare  melaksanakan pemeriksaan kesehatan layanan Kegiatan Mobile VCT HIV dan Skrining TB bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Parepare bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Parepare melalui UPTD Puskesmas Lompoe. Rabu, 24 Februari 2025.
Dasar pelaksanaan kegiatan layanan kesehatan gratis kepada Warga Binaan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2022 pada Pasal 9 dimana salah satunya mengatur hak pelayanan kesehatan kepada narapidana. Dan juga tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara Kepala Lapas IIA Parepare dengan Puskesmas Lompoe Kota Parepare. Sekaligus implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Namun sebelumnya Warga Binaan terlebih dahulu diberikan penyuluhan dan sosialisasi oleh dr. Nazliawati Yusran selaku dokter Puskesmas Lompoe didampingi oleh Tenaga Kesehatan dari Lapas IIA Parepare Sarini Aksa, S.ST,.S.Kep,. Ns, Wildaria Amir, S. Kep, Ns dan Rafika Sukri, S. Kep, Ns terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita dapat mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan diri sendiri serta orang-orang di sekitar kita. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga memberikan dampak positif, membuat kita hidup aman, nyaman dan tentram. Sosialisasi dan penyuluhan kesehatan  dilaksanakan bertujuan agar Warga Binaan lebih mengetahui apa gejala awal yang dirasakan ketika terjangkit suatu penyakit tertentu khususnya terkait penanganan HIV dan TB serta memahami tindakan pencegahan bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar. Maka dari itu diharapkan seluruh Warga Binaan harus lebih berhati-hati dan selalu menerapkan kebiasaan hidup sehat. Terutama dilingkungan Lapas Parepare saat ini. 

Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan kepada 100 orang WBP oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Lompoe yakni : dr. Nazliawati Yusran, Jumriani, S.Kep Ns, Bdn. Era Haryati, S.Tr. Keb, Ramlah B, A.Ma.K., Irma, S.Kep,.Ns, Sulfitria, A.Md., dan dibantu oleh penggiat dan pemerhati penanggulangan HIV-AIDS Kota Parepare Bapak Darwin dan H. Rendy Idris beserta Tenaga Kesehatan dari Lapas IIA Parepare. 

Adapun hasil pemeriksaan dinyatakan Non Reaktif. Hasil pemeriksaan HIV Non Reaktif atau Negatif berarti tidak ditemukan virus HIV dalam darah seseorang. Hasil ini berarti 100 orang WBP tidak mengidap HIV. 
 
Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH sangat menyambut baik dengan program layanan kesehatan berkesinambungan bagi WBP ini. Dimana kegiatan layanan pemeriksaan kesehatan rutin ini merupakan bagian dari wujud nyata kepedulian Lapas IIA Parepare terhadap kesehatan  bagi Warga Binaan Pemasyarakatannya. Selain pemeriksaan kesehatan, upaya pencegahan dan edukasi kepada Warga Binaan juga diberikan. Diharapkan melalui edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan adalah langkah penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani, hal ini sejalan dengan UU RI No. 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan serta Pasal 34 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi "Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak". Hal tersebut akan memberikan kepastian hukum terhadap kewajiban memberikan pelayanan seoptimal mungkin agar tujuan pemasyarakatan tercapai. Berdasarkan regulasi tersebut diatas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare berupaya memenuhi hak Warga Binaan Pemasyarakatan khususnya di bidang kesehatan melalui penyediaan Klinik Pratama Pengayoman Lapare Nomor : 3/IOK/DPM-PTSP/10/2023  yang terdiri dari dokter dan tiga orang perawat atau tenaga medis. 

Dalam kesempatan ini pula Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kota Parepare Walikota Parepare, Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare dan Kepala Kantor Puskesmas Lompoe Kota Parepare juga Tenaga Kesehatan dari  Lapas IIA Parepare yang telah memberikan pelayanan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan serta layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai wujud nyata kepedulian kepada masyarakat. Kepala Lapas IIA Parepare juga menyampaikan bahwa program perawatan dan pelayanan terhadap warga binaan pemasyarakatan merupakan tugas sekaligus kewajiban yang harus dilaksanakan oleh petugas Lapas yang dikemas dalam inovasi PABURATA SEJATI. Ruang lingkup kegiatan pelayanan dan perawatan kesehatan di Lapas Kelas IIA Parepare ini meliputi upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan. 

Seluruh kegiatan Mobile VCT HIV dan Skrining TB bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Parepare bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Parepare melalui UPTD Puskesmas Lompoe dilaksanakan dengan lancar, aman dan tertib serta tetap memperhatikan protokol kesehatan.


Editor : Muh Sain 

Minggu, Februari 23, 2025

Bekerjasama Dengan Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Lapas IIA Parepare Berikan Layanan Ibadah Gereja Bagi Petugas Dan WBP Yang Beragama Kristen

METRO ONLINE PARE-PARE -- Bertempat di Lapas IIA Parepare,  Kepala Lapas IIA Parepare rutin menyelenggarakan program Pembinaan Dan Bimbingan Keagamaan yang ditindaklanjuti oleh Kepala Subseksi Bimkemaswat Nur Alim Syah, SH, Kaur Kepegawaian dan Keuangan Nasri Sirappa, SE, M.Si dan dibantu pendampingan Darwansyah Staf Bimkemaswat, Herdi Staf Registrasi dan pengawasan oleh para Komandan Regu Pengamanan beserta anggotanya.

Kegiatan Pembinaan Dan Bimbingan Keagamaan ini dimaksudkan sebagai layanan Pembinaan Kerohanian bagi WBP dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, kesadaran beragama dan akhlak WBP yang menjadi bekal nantinya pada saat selesai menjalankan pidananya dan merupakan salah satu upaya untuk membina mental dan spiritual warga binaan agar mereka dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman. 

Hari Minggu tanggal 23 Februari 2025 mulai pukul 12.00 Wita telah dilaksanakan Kegiatan Pelayanan Ibadah Gereja yang diikuti oleh Pegawai dan Warga Binaan yang beragama Kristen bersama Jemaat dari Gereja Kasih Anugerah yang beralamat di Jl. Industri Kecil Lr. I No. RT.002 RW. 008 Kel. Bukit Indah Kec. Soreang Kota Parepare Propinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan pelayanan ibadah dipimpin langsung oleh Pendeta Dina Pasa.

Pelaksanaan layanan ibadah rutin setiap hari  Minggu menjadi hari khusus bagi Warga Binaan yang beragama Kristen sekaligus untuk merayakan kebangkitan Kristus dan memperingati karya keselamatan yang Dia lakukan bagi umat-Nya. Adapun kegiatan Ibadah Minggu merupakan ibadah rutin yang wajib dilaksanakan  agar Warga Binaan kristiani yang diharapkan terus bisa meningkatkan ketaqwaan dan memohon pengampunan atas segala perbuatannya kepada Tuhan.

Kegiatan ini sebagai implementasi pembinaan kepribadian kepada Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas IIA Parepare secara rutin diberikan pembinaan dan bimbingan keagamaan. Untuk pembinaan agama Kristen dilaksanakan secara daring dan luring. Pelaksanaan layanan ibadah 3 kali secara virtual dan 4 kali secara tatap muka bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Parepare dan Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG) Parepare. Pembinaan dan bimbingan dipimpin oleh Rohaniawan yang ditunjuk Lapas untuk memimpin kegiatan Ibadah. Pelayanan Ibadah ini selalu diberikan kepada WBP guna meningkatkan iman dan taqwa serta menanamkan kepada warga binaan yang memiliki jiwa yang taat kepada agama dan kepada Tuhan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan point keempat Tingkatkan ibadah bagi seluruh Pegawai maupun Warga Binaan Pemasyarakatan baik yang beragama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu di semua UPT Pemasyarakatan.

Kepala Lapas IIA Parepare, Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembinaan dan bimbingan keagamaan secara rutin dan terjadwal konsisten berjalan dengan sangat baik. Dan memberikan ruang, tempat dan waktu untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing. Juga terus mendukung terhadap peningkatan kualitas keagamaan bagi WBP yang ada pada Lapas IIA Parepare sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU R.I No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan utamanya terkait dengan mental kerohanian WBP. Juga berdasarkan Pasal 29 UUD 1945 pada Ayat (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, Ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Untuk Program Pembinaan Dan Bimbingan Keagamaan bagi WBP Lapas IIA Parepare juga melakukan kerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Parepare. Sebanyak 10 orang petugas penyuluh agama Islam dan 1 orang petugas penyuluh agama kristen melaksanakan kegiatan penyuluhan agama setiap hari Senin sd Kamis.


Editor : Muh Sain 

Rabu, Februari 19, 2025

Polsek KPN Polres Parepare Bersinergi Dengan Tim Terpadu, Lakukan Pengamanan Kedatangan dan Pemberangkatan Kapal KM. Binaiya

METRO ONLINE Parepare – Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Polres Parepare laksanakan  pengamanan yang juga melibatkan sejumlah pihak terkait dalam rangka kedatangan dan pemberangkatan kapal KM. Binaiya di Pelabuhan Nusantara Parepare. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) ini, selanjutnya menuju kembali ke Bontang setelah melakukan aktivitas di Parepare. Rabu, (19 /02/2025), sekitar pukul 09.00 wita.

Pengamanan dari aparat terkait ini berlangsung di Lini 1 Dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare, yang terletak di Jl. Andi Cammi No. 01, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengamanan rutin yang dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasional di pelabuhan.

Dalam pengamanan ini, Polsek KPN melibatkan sejumlah personil yang dipimpin oleh Waka Polsek KPN Iptu Muliadi, didampingi oleh Kanit Reskrim Ipda Fahrul dan Kanit Intelkam Ipda Sunarya.Selain itu, tim terpadu pengamanan kapal juga turut serta dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari berbagai pihak terkait, antara lain:

1 regu tim Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar-Parepare

1 regu Personil Polsek KPN

1 regu Personil KSOP/KPLP Pelabuhan Parepare

1 regu Personil Pos Lantamal TNI AL

1 regu Personil Security PT. Pelindo IV, yang dipimpin oleh Kepala Security Haeruddin

PA Jaga Pos KPLP Pelabuhan Parepare Ismail Husain

Supervisor Pelabuhan Parepare Muh. Yasin

*Prosedur Pengamanan yang Dilaksanakan*

Setelah kapal KM. Binaiya tiba dan sandar di dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare, sejumlah kegiatan pengamanan dilaksanakan untuk memastikan keselamatan penumpang dan kelancaran proses. Langkah-langkah yang diambil antara lain :

Pelayanan diberikan kepada penumpang, serta pengarahan untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan.

Pemeriksaan ketat terhadap seluruh penumpang dan barang bawaannya dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang membahayakan.

Sementara itu, Informasi yang di himpun, KM Binaiya menurunkan 610 penumpang dan menaikkan sekitar 627 penumpang, meninggalkan dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare pada pukul 10.30 wita menuju ke Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur.

Kapolsek KPN Polres Parepare AKP. Sukri Abdullah, S.H, M.H, yang di hubungi mengungkapkan, kegiatan pengamanan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi penumpang dan memastikan kelancaran operasional kapal di pelabuhan Parepare, serta menunjukkan komitmen bersama antara instansi terkait dalam menjaga keselamatan transportasi laut.


Editor : Muh Sain 

Selasa, Februari 18, 2025

Komitmen Zero Penyalah Gunaan Napza, Ka Lapas IIA Parepare Lakukan Tes Urine Kepada Petugas

METRO ONLINE PARE PARE -- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare laksanakan tes urine bagi petugas diruang Ka. Lapas, Selasa (18/02). 

Hal ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap Penyalah Gunaan Napza oleh Petugas Lapas IIA Parepare sekaligus komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan pengendalian narkoba sebagai tindak lanjut dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan. 

"Tes urine ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya petugas yang menyalah gunakan Napza," tegas Kepala Lapas Parepare, Totok Budiyanto.

Totok menambahkan, "Jika semangat pencegahan dan pemberantasan narkoba sejalan dengan implementasi dan tindak lanjut dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait pemberantasan peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan.,"

Tes urine yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas IIA Parepare hari ini dilakukan kepada 38 orang petugas . Dari hasil pemeriksaan oleh Tim Nakes Lapas IIA Parepare dengan pengawasan Kasubag TU, tidak ada yang positif Napza.

Kepala Seksi Administrasi Keamanan Dan Ketertiban Bahri, S.Sos, M.Si, mengatakan kegiatan ini sebagai komitmen bersama terhadap keseriusan seluruh petugas dalam membersihkan dari penyalah gunaan Napza di Lapas IIA Parepare. "Kami melakukan tes urine kepada petugas memastikan tidak adanya keterlibatan dalam penyalah gunaan Napza atau barang haram ini. Penyalah gunaan Napza atau barang haram ini akan mempengaruhi petugas dalam menjalankan tupoksinya," tandasnya.

Kasubag TU Tajuddin, SH meminta seluruh petugas bertanggung jawab dan profesional dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara. Itu dibuktikan dengan tidak terlibat penyalah gunaan Napza sebab bisa berdampak buruk bagi kinerja.  "Komitmen dan konsekuensi harus kita pegang," tutup Tajudin. 

Dengan hasil ini, Petugas Lapas IIA Parepare terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan Lembaga Pemasyarakatan yang bersih dan terbebas dari penyalahgunaan Napza. Diharapkan langkah ini dapat menjadi bentuk ibadah seluruh petugas dalam menjaga integritas, kesehatan, keamanan dan ketertiban didalam Lapas. Sekaligus menjadi upaya nyata dalam membangun kepercayaan masyarakat dan warga binaan terhadap integritas petugas sebagai aparat yang konsisten menegakkan aturan dan nilai-nilai moral selaku Aparatur Sipil Negara. 

Kepala Lapas IIA Parepare mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi langkah strategis kegiatan pada hari ini.


Editor : Muh Sain 

Senin, Februari 17, 2025

Petugas Dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Lapas Kelas IIA Parepare Kembali Gelar Bhakti Sosial

METRO ONLINE PARE-PARE -- Bertempat di Lapas IIA Parepare telah dilaksanakan kegiatan Bhaksos berupa Program Donor Darah dan Pemberian Sembako kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan oleh Petugas dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Lapas IIA Parepare bekerjasama dengan UDD PMI Kota Parepare. Senin, 17 Februari 2025.

Lapas Kelas IIA Parepare bersama Dharma Wanita Persatuan kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya melalui kegiatan Donor Darah Rutin yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Parepare dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan. Dalam kegiatan ini, sebanyak 17 kantong darah berhasil dikumpulkan, membawa harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan medis. Dan 5 bingkisan sembako juga diserahkan kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan yang datang melaksanakan kunjungan keluarga.

Apresiasi Setinggi-tingginya Dari Kepala Lapas IIA Parepare.

Kegiatan yang berlangsung di Lapas IIA Parepare dipimpin langsung oleh Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH dan didampingi oleh Pejabat Struktural Eselon IVA, VA dan Pejabat Fungsional Umum serta tertentu lainnya ini mengundang antusiasme tinggi dari para pegawai, anggota Dharma Wanita, masyarakat dan mitra PMI Kota Parepare. Kepala Lapas Parepare, Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif semua pihak dalam kegiatan ini. Hal ini dalam rangka Bhakti Sosial sebagai tindak lanjut dari Visi dan Misi Presiden RI tentang Asta Cita dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan Republik Indonesia serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

"Kami sangat mengapresiasi langkah kemanusiaan ini, kami berharap kantong-kantong darah yang terkumpul ini dapat membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dan pemberian bantuan sembako kepada keluarga Warga Binaan bisa menyambung hidupnya. Terima kasih kepada seluruh petugas dan anggota DWP Lapas IIA Parepare yang telah menjadi bagian dari aksi kemanusiaan ini," terang Totok Budiyanto.

Solidaritas yang Menginspirasi Kegiatan donor darah dan pemberian bantuan sembako kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga mencerminkan semangat solidaritas dari seluruh jajaran Lapas Parepare dan Dharma Wanita. Kesuksesan kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa aksi kecil dapat membawa dampak besar bagi masyarakat berdasarkan Nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila.  

Dalam pelaksanaannya, seluruh proses donor darah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan standar protokol kesehatan. Para pendonor disambut dengan ramah dan diperiksa kesehatannya terlebih dahulu oleh tim UDD PMI Kota Parepare untuk memastikan mereka memenuhi syarat. Dan pemberian bantuan sembako diterima dengan senang dan haru dari keluarga warga binaan karena merasakan diperhatikan kelangsungan hidupnya. Adapun Tujuan pemberian bansos adalah sebagai Perlindungan sosial yaitu mencegah dan menangani risiko sosial agar kelangsungan hidup masyarakat dapat berjalan lancar. Sebagai Pemberdayaan sosial yaitu membantu masyarakat yang mengalami masalah sosial agar dapat mengatasi permasalahannya. Kemudian sebagai jaminan sosial yaitu menjamin penerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan yang terakhir sebagai penanggulangan kemiskinan yaitu membantu masyarakat yang tidak memiliki pencaharian atau tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak.

Komitmen Berkelanjutan untuk Kemanusiaan.

Lapas Parepare dan Dharma Wanita berkomitmen untuk menjadikan kegiatan donor darah dan pemberian bantuan sembako sebagai program berkelanjutan. Selain untuk membantu pasien yang membutuhkan, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah sebagai bagian dari aksi kemanusiaan.  

Apresiasi untuk Para Pahlawan Kemanusiaan.

Kepala Lapas Parepare menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran, anggota DWP Lapas IIA Parepare dan tim UDD PMI Kota Parepare yang telah bekerja keras demi kelancaran acara ini.  

Dengan 17 kantong darah yang terkumpul dan 5 bingkisan sembako yang telah diserahkan kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan, kegiatan ini menjadi langkah kecil namun berdampak besar, menunjukkan peran Lapas Parepare sebagai institusi yang peduli dan berkontribusi nyata terhadap kehidupan sosial masyarakat.


Editor : Muh Sain 

Minggu, Februari 16, 2025

Lapas IIA Parepare Gandeng Kerjasama Dengan Yayasan Al Wahdah Islamiyah Kota Parepare Beri Bimbingan Keagamaan Gratis Bagi WBP Perempuan

METRO ONLINE PARE-PARE -- Bertempat di Lapas IIA Parepare telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Agama Islam bagi WBP Perempuan secara gratis setiap hari Sabtu yang dibimbing langsung oleh Ustadzah Mulyani Nurdin, S.Pd dari Al Wahdah Islamiyah Kota Parepare. Sabtu, 15 Februari 2025.

Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan dan bimbingan keagamaan ini dimaksudkan sebagai tambahan program terhadap kerohanian warga binaan dengan tujuan untuk meningkatkan ketaqwaan, keimanan, kesadaran beragama dan akhlak warga binaan, yang nantinya menjadi bekal setelah selesai menjalankan masa pidananya dan juga merupakan salah satu upaya untuk membina mental spiritual warga binaan agar mereka dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperbaiki dirinya selama menjalani masa hukumannya. 


Metode pembelajaran pembinaan dan bimbingan keagamaan yayasan Al Wahdah Islamiyah Kota Parepare adalah Dirosa.  Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Nur Alim Syah, SH mengatakan Dirosa adalah metode pembelajaran membaca Al-Qur'an untuk orang dewasa yang dikembangkan oleh Wahdah Islamiyah. Adapun tujuan pembinaan dan bimbingan keagamaan melalui metode Dirosa adalah sebagai berikut :

1. Memberikan kemampuan kepada peserta untuk membaca Al-Qur'an dengan baik, lancar, dan benar, 

2. Memberikan pengetahuan dasar-dasar keislaman, 

3. Membantu peserta yang belum bisa membaca Al-Qur'an atau yang masih terbata-bata, 

4. Membantu peserta yang sudah lancar membaca Al-Qur'an tetapi masih terdapat kesalahan bacaan. 


Ustadzah Mulyani Nurdin, S.Pd dari Al Wahdah Islamiyah Kota Parepare menegaskan bahwa metode Dirosa yang diberikan kepada warga binaan dilaksanakan pembinaan dan bimbingan secara rutin setiap hari Sabtu. Selanjutnya Pemberian materi menggunakan pembinaan dasar-dasar keislaman danmenggunakan materi hafalan yang ringan (termasuk doa sehari-hari) sesuai dengan al-Qur'an dan Sunnah. 

Kepala Lapas IIA Parepare sangat mengapresiasi kegiatan ini dan akan mendukung terhadap peningkatan kualitas keagamaan bagi warga binaan yang saat ini sedang menjalankan masa pidananya di Lapas IIA Parepare. Hal ini sesuai dengan yang diamanatkan dalam UU R.I No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan utamanya terkait dengan mental kerohanian Warga Binaan Pemasyarakatan. Termasuk menindak lanjuti 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan point keempat yaitu Tingkatkan ibadah bagi seluruh Pegawai maupun Warga Binaan yang beragama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu di semua UPT Pemasyarakatan.


Saat ini untuk Program Pembinaan Dan Bimbingan Keagamaan bagi warga binaan di Lapas IIA Parepare juga melakukan kerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Parepare. Sebanyak 10 orang petugas penyuluh agama Islam dan 1 orang petugas penyuluh agama Kristen melaksanakan kegiatan penyuluhan agama setiap hari Senin sd Kamis. Dalam mewujudkan pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM Lapas IIA Parepare terus meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan stakeholder terkait guna memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan dan masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. Hak ini sejalan dengan Visi dan Misi Presiden RI Tentang Asta Cita dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI.


Editor : Muh Sain 

Sabtu, Februari 15, 2025

Cegah Pengendalian Dan Peredaran Narkoba, Lapas IIA Parepare Kembali Gelar Razia Dan Penggeledahan Blok Hunian Warga Binaan

METRO ONLINE PARE-PARE -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare kembali menggelar razia dan penggeledahan pada blok kamar hunian warga binaan, Jumat (14/02/25).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Bahri, S.Sos, MH. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan RI, terkait 13 Program Akselerasi dalam pemberantasan peredaran handphone, narkoba dan barang terlarang lainnya di dalam Lapas. Kegiatan diawali dengan apel disertai pengarahan  oleh Kasie Adm Kamtib diikuti oleh Petugas Piket dan Regu Pengamanan guna melakukan razia dan sidak pada blok kamar hunian warga binaan. 

Kasie Adm Keamanan dan Ketertiban Bahri, S.Sos, MH  menjelaskan bahwa penggeledahan pada malam hari ini, merupakan kegiatan rutin dan insidentil dilaksanakan di Lapas IIA Parepare pada Blok kamar hunian warga binaan dan sekitarnya.  

"Kegiatan razia dan penggeledahan pada malam hari ini merupakan upaya tindakan preventif untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Terutama pencegahan dan pengendalian peredaran gelap narkoba. Kami berharap agar seluruh warga binaan tetap selalu mematuhi aturan dan tata tertib yang berlaku didalam Lapas IIA Parepare, " tegasnya. 

Sejalan dengan Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH juga menegaskan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan razia dan penggeledahan blok kamar hunian warga binaan dan sekitarnya ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan Lembaga Pemasyarakatan yang tertib, aman dan kondusif dalam upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban serta pencegahan pengendalian dan peredaran gelap narkoba, khususnya di Lapas IIA Parepare.

"Lapas IIA Parepare terus berkomitmen untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan Lapas dan sekitarnya. Kegiatan razia dan penggeledaha pada blok kamar hunian warga binaan dan sekitarnya dilakukan secara terus menerus, dalam upaya mewujudkan kondisi lingkungan Lembaga Pemasyarakatan yang tertib, aman dan kondusif sehingga seluruh warga binaan dapat melaksanakan program pembinaan dengan baik," ungkapnya. 

Kepala Lapas IIA Parepare mengapresiasi langkah strategis Kasie Adm Kamtib dan PLH Ka. KPLP beserta jajaran dalam mewujudkan Lapas IIA Parepare Zero Halinar.


Editor : Muh Sain 

© Copyright 2019 METRO ONLINE | All Right Reserved